Grafik

Selasa, 25 November 2014

JALAN SETAPAK

jauh menempuh perjalanan bersama waktu yang tak pernah lekang, dan kabut musim mulai meredah merias kemarau yang kian menepih dan alam diam menatapku dalam kesendirian., di balik bukit dari celah reranting pohon cemara, ku intip indahnya surga alam-Mu membuat aku malu melihat diriku sendiri disaat kesombongan telah membajak jiwaku. namun kau selalu menyapaku dengan senyum mentarimu dikala pagi datang dan memaksaku untuk bangun dari semua mimpi-mimpiku..

jiwa ini sangat rapuh karena keegoan diri., rentak terdesak kondisi perasaan tidak stabil karena terhimpit asa yang berpihak pada hasrat yang menggebuh..., berjalan di tepian hati bagaikan di tengah padang gurun ketika tertiup angin jejakpun enggan menampakan dirinya., karena dia tidak punya cukup keyakinan untuk tetap bertahan dan terus melukis parasnya di setiap cetakan langkah kaki yang terus menapak takdirnya hidup..

kini aku sadar dan terasa tak mau lagi bermimpi., biarlah aku tidur pulas disetiap hari-hariku...
aku memang kalah, aku tak kuasa menjadikan kisahku lebih indah untuk dikenang....

0 komentar:

Posting Komentar