Grafik

Rabu, 15 April 2015

Statistik pertanian di Witihama


Witihama - selayang pandang kecamatan witihama sebelumnya merupakan perwakilan wilayah dari kecamatan adonara timur. seiring perjalanan waktu, untuk lebih mendekatkan pelayanan kepada masyarakat maka berdasarkan peraturan daerah (perda) no. 07 tahun 2001 tentang pendefinitipan bersama dengan titehena, ile mandiri, wotan ulumado, ile boleng, kelubagolit, witihama ditetapkan menjadi kecamatan definitip yang terpisah dari kecamatan induk adonara timur. topografi kecamatan witihama berbukit dan lembah serta dataran rendah berupa hamparan yang membentang hingga ke laut. sebuah pemandangan yang tidak kalah menarik, ketika manjejakkan kaki di kecamatan ini tampak gugusan desa yang mendiami area perbukitan sedangkan beberapa desa lagi mendiami wilayah lembah yang mana merupakan pusat aktivitas penduduk kecamatan witihama pada umumnya. secara keseluruhan kecamatan witihama dihuni oleh masyarakat etnis lamaholot yang tersebar pada enam belas (16) desa dengan jumlah penduduk sebanyak 13.979 jiwa. umumnya masyarakat kecamatan witihama berprofesi sebagai petani. senyum ramah dengan bahasa keseharian lamaholot merupakan ciri lain dari kecamatan ini. perkembangan ekonomi masyarakat di wilayah kecamatan witihama cukup baik karena memiliki pasar harian yang berdampak positip terhadap pendapatan ekonomi masyarakat setempat. sarana prasarana transportasi pada wilayah kecamatan witihama cukup memadai. kondisi ini terbukti dengan terjangkaunya seluruh desa dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. kondisi sosial masyarakat kecamatan ini perlu diapresiasi mengingat masih dijunjungtingginya nilai-nilai budaya serta adat istiadat yang menjadi kebiasaan pada wilayah setempat yang telah diwariskan secara turun-temurun serta suasana kehidupan selalu mencerminkan perilaku hidup yang saling menghargai serta terbinanya kerukunan antar pemeluk agama.

geografis dan iklim karakteristik keadaan alam di wilayah ini beriklim tropis yang hanya mengenal musim hujan dan kemarau, di mana tingkat curah hujan sangat rendah. iklim di kecamatan witihama secara umum tidak berbeda jauh dengan kecamatan lain di kabupaten flores timur. tabel tingkat curah hujan menunjukkan bahwa tingkat curah hujan di kecamatan witihama tertinggi terjadi pada bulan januari, yakni sebesar 319,9 mm dan terendah terjadi pada bulan juni, yakni sebesar 10,6 mm. tabel ini juga menunjukkan bahwa hari hujan terbanyak terjadi pada bulan desember, yaitu sebanyak 19 hari dan hari hujan terendah terjadi pada bulan juni yang hanya terjadi dalam 2 hari. grafik 1.2. curah hujan dan hari hujan di kecamatan witihama, 2013 bulan curah hujan (mm) hari hujan januari 319,9 15 februari 240,3 16 maret 113,2 10 april 109,9 9 mei 98,9 15 juni 10,6 2 juli - - agustus - - september 11,5 4 oktober 73,5 11 nopember 86,9 9 desember 169,6 19 jumlah 1.135,4 110

pemerintahan kecamatan witihama terdiri dari 49 dusun dan 174 rt yang menyebar pada semua desa. jumlah dusun dan rt di kecamatan witihama 3 no nama desa dusun rt 1 watololong 3 6 2 tuwagoetobi 3 12 3 riangduli 3 6 4 pledo 3 21 5 watoone 3 23 6 weranggere 3 12 7 oring bele 4 20 8 wauwuring 3 3 9 tobitika 3 9 10 sandosi 4 12 11 balaweling 2 6 12 lamabelawa 3 12 13 lewopulo 3 8 14 lamaleka 3 6 15 balaweling noten 3 9 16 baobage 3 9 jumlah 49 174

luas tanam,luas panen dan produksi tanaman pertanian non intensifikasi kecamatan witihama tahun 2011-2013 sumber : witihama dalam angka 2012-2014 pembangunan di bidang pertanian semakin gencar digalakkan dengan tujuan meningkatkan produksi pertanian serta tercapainya swasembada pangan. dalam mendukung tujuan pembangunan diatas, maka yang men-jadi sasaran pembangunan adalah tanaman pangan. pangan merupakan kebutuhan manusia yang paling vital di mana ketersediaan pangan men-jadi prioritas dalam mendukung suplay bahan makanan dan minuman sebagai konsumsi manusia. mayoritas masyarakat kecamatan witihama berprofesi sebagai petani dengan metode ber-tani yang masih tradisional. komoditi unggulan yang menjadi konsentrasi usaha, yaitu : padi ladang, jagung, kacang hijau, kacang tanah dan ubi kayu. perkiraan luas tanam untuk tanaman pangan di kecamatan witihama pada periode 2011-2013 mengalami perubahan yang bersifat fluk-tuatif, namun luas panen menurut jenis komoditi di kecamatan ini menunjukan trend meningkat, yakni pada tahun 2011 sebesar 1.958 ha meningkat pada tahun 2012, 2013 menjadi 2.819 ha dan 2.991 ha. produktivitas hasil pertanian tanaman pangan di kecamatan witihama menunjukkan kondisi fluktu-atif, di mana sepanjang tahun 2011 hingga 2012 hasil mengalami peningkatan dari 2.227 ton men-jadi 4.363 ton, namun produktivitas kembali menurun pada tahun 2013 menjadi 4.126,3 ton. gambaran umum kondisi pertanian di kecama-tan witihama berdasarka tabel di atas membuk-tikan bahwa kondisi iklim dengan tingkat curah hujan yang sangat rendah, pola bertani yang masih tradisional serta sdm yang berkaitan dengan teknik bertani yang profesional masih minim yang bedampak terhadap produksi per-tanian pada wilayah ini. jenis komoditi luas tanam (ha) luas panen (ha) produksi (ton) 2011 2012 2013 2011 2012 2013 2011 2012 2013 padi ladang 151 153 153 151 119 153 185 201 186 jagung 1.488 1.468 1.462 813 1.303 1.462 679 2.088 1.900,6 kacang hijau 496 496 445 397 496 445 253 393 400,5 kacang tanah 448 481 496 182 481 496 108 673 595,2 ubi kayu 415 420 435 415 420 435 1.002 1.008 1.044 jumlah 2.998 3.018 2.991 1.958 2.819 2.991 2.227 4.363 4.126,3


perkebunan tanaman perkebunan memiliki peran yang sangat krusial karena dapat meningkatkan pendapatan, penyerapan tenaga kerja ser-ta peningkatan kelestarian sumber daya alam. potensi perkebunan di-harapkan dapat berperan da-lam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan yang akan berdampak terhadap pening-katan kesejahteraan. komoditi tanaman perke-bunan yang menjadi primado-na masyarakat kecamatan witihama pada umumnya adalah kelapa, jambu mete dan kemiri. kondisi ini dapat dibuk-tikan dari tabel di samping, dimana tanaman kelapa memberikan hasil produksi terbesar karena merupakan tanaman perkebunan rakyat, yakni mencapai 724 ton da-lam tahun 2013 sedangkan produksi yang terkecil adalah jenis komoditi pinang dengan produksi sebesar 3 ton. tabel.10.1: produksi tanaman perkebunan di kecamatan witihama tahun 2013 sumber : witihama dalam angka 2014 no jenis tanaman luas area (ha) produksi (ton) belum menghasil kan sudah menghasilk an 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 kelapa kopi cengkeh kakao jambu mete kemiri pinang kapok pala lada vanili jarak pagar 9.00 2.00 - 9.00 655.00 50.00 1.00 - 12,0 - - - 724.00 19.00 - 5.00 660.00 42.00 3.00 - - - - - 724.00 19.00 - 5.00 660.00 42.00 3.00

Sumber : 
http://florestimurkab.bps.go.id/

0 komentar:

Posting Komentar